"SURGA KECIL ITU SAAT KAMU DAN AKU MENJADI QITA"

Thursday, 20 August 2015

GIE

Sampaikanlah kepada ibuku, aku pulang terlambat waktu. .
Aku akan menaklukkan malam, dengan jalan pikiranku. . .
Sampaikanlah pada bapakku, aku mencari jalan. . .
Atas keresahan - keresahan ini, kegelisahan manusia. .. .
Retakklah. . ..  malam yang dingin. .. .
Tak pernah berhenti berjuang, pecahkan teka teki malam. . ..
Tak pernah berhenti berjuang, pecahkan keadilan. . ..
Berbagi waktu dengan alam, aku akan tahu  siapa dirimu yang sebenarnya. . .
Hakikat manusia.. .. . .
Akan aku telusuri jalan yang setapak ini, semoga kutemukan jawaban. ..
Dan akan ku telusuri jalan yang setapak ini, semoga kutemukan jawaban, jawaban dan jawaban. .


(Eros/Okta- Gie)

Friday, 7 August 2015

GIE PUISI

Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui. . ..
Apakah kau masih selembut dahulu. .. .
Memintaku minum susu dan tertidur yang lelap
Sambil membenarkan letak  leher kemejaku
Kabut tipispun turun pelan - pelan dilembah kasih, lembah mandalawangi
Kau dan aku tidak berdiri melihat hutan - hutan yang menjadi suram
Meresapi leher anda menjadi dingin
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap, kau dekapla ketika dekat, lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata dengar detak jantungkmu
Kita begitu lebih dalam semua, kecuali dalam khilaf
Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor, lumpur - lumpur yang kotor
Tapi suatu saat, dimana kita tidak dapat menghindari diri lagi
Maka TERJUNLAH